Wagub Buka Rakor Pembinaan Tanggap Ancaman Narkoba, Ajak Bersama-sama Perangi Narkoba

img

(Hadi Mulyadi 


POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA- Bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus mengancam kehidupan masyarakat tidak terkecuali diwilayah Provinsi  Kaltim. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim mengajak seluruh pihak berani melakukan upaya pemberantasan maupun pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba  itu harus dilakukan secara terpadu melibatkan lintas sektor termasuk masyarakat.

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi menegaskan, keberanian ini penting dimiliki  setiap elemen bangsa,  sehingga seluruh masyarakat mampu bersama melakukan  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), tidak  terkecuali para aparat penegak hukum.

"Kita harus berani memerangi narkoba ini. Layaknya orang-orang di luar negeri wilayah Amerika Latin. Karena, tanpa keberanian kita tak akan mampu menghadapi kondisi tersebut," sebut Hadi Mulyadi ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Hotel Grand Sawit Samarinda, Jumat (27/8/ 2021)

Hadi meyakini, siapa yang berhasil memerangi narkoba adalah mereka yang berani. Maksud berani ini adalah, berani mengambil kepeutusan. Bahwa, yang diperjuangkan ini untuk membangun anak bangsa dan negara. Sehingga perlu keberanian melawannya.

Menurut Hadi, kondisi ini sering ditemuinya, termasuk dalam keluarga dan orang tua pelajar. Semua yang terlibat karena narkoba, keluarganya menjadi kurang baik.

"Karena itu, wajib memiliki keberanian memerangi narkoba," jelasnya.

Selain berani, juga harus memiliki kekuatan, ilmu, berkorban dan memberikan manfaat. Semua itu, lanjut mantan legislator Senayan dan Provinsi Kaltin ini merupakan karakter yang wajib dimiliki masyarakat, terutama para aparat penegak hukum.

Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana mengatakan tujuan rakor tersebut untuk meningkatkan semangat dan komitmen bersama pemerintah kabupaten/kota maupun berbagai pihak, untuk bersama perang terhadap narkoba.

"Artinya, harus tanggap terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar, sehingga terwujudnya kampung dan  desa bersih dari narkoba atau bersinar di Benua Etam," jelasnya.

Hadir Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Kaltim Sofyan, Kasatpol PP Kaltim Gede Yusa dan Anggota Perwakilan Forkopimda Kaltim serta Kepala OPD terkait di lingkup kabupaten/kota.(mar)